Kamis, 20 Oktober 2011

Penyesalan

Abel adalah seorang gadis berusia 17th,dia mempunyai sahabat yang bernama Aska.Mereka berteman sudah sejak lama,sejak mereka sama sama di massa taman kanak kanak.Abel dan Aska selalu bersama-sama baik suka maupun duka.Kebiasaan itu berlanjut ketika mereka dewasa,orang tua mereka yang melihat anak-anaknya akur sangat senangTerutama ibu dari Aska beliau sangat sayang terhadap Abel karena abel telah di anggap menjadi  anak sendiri selain itu Abel juga sedikit mengurangi kebiasaan Aska yang kurang baik yaitu balapan.
Sesuai dengan ungkapan “ Cinta dapat tumbuh dari kebersamaan ”,seperti itulah perasaan Abel yang mulanya hanya sebagai sahabat akan tetapi karena terbiasa bersama perasaan tersebut berubah menjadi cinta.Namun Aska tak pernah mengetahui  perasaan Abel yang sesungguhnya,Abel pun masih enggan untuk menyatakan perasaannya terhadap Aska.Karena dia takut kebersamaan mereka akan terpisah atau bahkan takut menjadi sebuah permusuhan.Abel tetap berusaha menjadi Abel yang dahulu,meski pipi Abel sering bersemu merah jika berada di dekat Aska.Pada suatu hari di bulan Februari Aska pergi ke rumah Abel,tidak seperti biasanya wajah Aska terlihat bingung dan juga senang.Abel bingung kenapa ekspresi Aska sebegitu bingung.Ternyata  Aska sedang menyukai seseorang adik kelas mereka yang bernama April,seketika itu juga hati Abel ciut.Ia sebisa mungkin menahan rasa sedih,kecewa dan marah yang ia rasakan,ia hanya bisa memberi saran kepada Aska untuk mengutarakan isi hatinya kepada April.
Seminggu kemudian Aska dan April telah menjadi sepasang kekasih kemana-mana selalu berdua.Abel merasa disisihkan oleh pria yang ia cintai itu,namun ia juga tak bisa berbuat apa-apa.Karena dia sendiri yang telah memutuskan untuk menyimpan perasaannya kepada Aska.Sekarang Abel dan Aska tidak pernah jalan bersama,Aska juga jarang ke rumah Abel.Abel bingung harus menjelaskan apa terhadap ibunya yang selalu menanyakan Aska yang jarang ke rumah lagi.Abel hanya bisa mendesah pasrah dan menceritakan yang sesungguhnya.Ibunya memeluk Abel berusaha menguatkan hati anak kesayangannya.Malam harinya ia harus mendengar cerita tentang kencan mereka dari mulut Aska sendiri.Air mata Abel menetes secara perlahan,ia juga menahan isak tangisnya.Abel tak ingin kebahagiaan  orang yang ia sayangi rusak hanya karena kesedihannya.Hari berganti hari kesedihan merasuk ke hati Abel,hingga kesedihan tak bisa di bendung lagi.Abel memutuskan untuk melupakan Aska karena tak ada gunanya memikirkan orang yang sama sekali tidak memikirkanmu.
            Selama 2th dia mencoba melupakan Aska namun tetap tak bisa.Kenangan tentang Aska selalu menempel erat di otak dan hatinya.Hingga di bulan Mei Aska dan April putus.Hati Abel senang tapi ia tak bisa memperlihatkannya pada Aska,perlahan lahan Abel mulai dekat lagi dengan Aska.Abel selalu menghibur Aska ketika dia sedang merasa sedih dan kesepian.Ketika hati Aska sudah sembuh akan luka di masa lalu,Abel mulai menunjukan sinyal-sinyal bahwa dia menyukai Aska.Namun Aska sama sekali tak menerima sinyal-sinyal yang telah di berikan Abel.Suatu malam Aska kembali ikut balapan liar,Abel hanya bisa memberi saran kepada Aska agar tidak ikut balapan tersebut.Karena sejujurnya hati Abel tak tenang seharian ini,ia takut akan terjadi sesuatu terhadap Aska.Dan benar saja Aska mengalami kecelakaan ,motor Aska terbalik di arena balap.Di perjalanan menuju rumah sakit Aska menghembuskan nafas terakhirnya,Abel yang mendengar kabar tersebut tersungkur sambil menangis tersedu-sedu.Ibunya yang melihat anaknya menangis bingung  dan meminta penjelasan kepada anaknya.Abel menceritakan  hal yang ia dengar dari ibu Aska dengan terisak-isak,ibunya yang mendengar cerita anaknya kaget mencoba menghibur.

Dari cerita tersebut dapat di simpulkan bahwa " Kita tak perlu takut untuk mengungkapkan isi hati kita terhadap orang yang kita sayangi,sebelum orang yang kita sayangi meninggalkan kita untuk selamanya"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar