Abel adalah seorang gadis berusia 17th,dia
mempunyai sahabat yang bernama Aska.Mereka berteman sudah sejak lama,sejak
mereka sama sama di massa taman kanak kanak.Abel dan Aska selalu bersama-sama
baik suka maupun duka.Kebiasaan itu berlanjut ketika mereka dewasa,orang tua
mereka yang melihat anak-anaknya akur sangat senangTerutama ibu dari Aska
beliau sangat sayang terhadap Abel karena abel telah di anggap menjadi anak sendiri selain itu Abel juga sedikit
mengurangi kebiasaan Aska yang kurang baik yaitu balapan.
Sesuai dengan ungkapan “ Cinta dapat tumbuh dari
kebersamaan ”,seperti itulah perasaan Abel yang mulanya hanya sebagai sahabat
akan tetapi karena terbiasa bersama perasaan tersebut berubah menjadi
cinta.Namun Aska tak pernah mengetahui perasaan
Abel yang sesungguhnya,Abel pun masih enggan untuk menyatakan perasaannya
terhadap Aska.Karena dia takut kebersamaan mereka akan terpisah atau bahkan
takut menjadi sebuah permusuhan.Abel tetap berusaha menjadi Abel yang
dahulu,meski pipi Abel sering bersemu merah jika berada di dekat Aska.Pada
suatu hari di bulan Februari Aska pergi ke rumah Abel,tidak seperti biasanya
wajah Aska terlihat bingung dan juga senang.Abel bingung kenapa ekspresi Aska
sebegitu bingung.Ternyata Aska sedang
menyukai seseorang adik kelas mereka yang bernama April,seketika itu juga hati
Abel ciut.Ia sebisa mungkin menahan rasa sedih,kecewa dan marah yang ia
rasakan,ia hanya bisa memberi saran kepada Aska untuk mengutarakan isi hatinya
kepada April.
Seminggu kemudian Aska dan April telah menjadi
sepasang kekasih kemana-mana selalu berdua.Abel merasa disisihkan oleh pria
yang ia cintai itu,namun ia juga tak bisa berbuat apa-apa.Karena dia sendiri
yang telah memutuskan untuk menyimpan perasaannya kepada Aska.Sekarang Abel dan
Aska tidak pernah jalan bersama,Aska juga jarang ke rumah Abel.Abel bingung
harus menjelaskan apa terhadap ibunya yang selalu menanyakan Aska yang jarang
ke rumah lagi.Abel hanya bisa mendesah pasrah dan menceritakan yang
sesungguhnya.Ibunya memeluk Abel berusaha menguatkan hati anak
kesayangannya.Malam harinya ia harus mendengar cerita tentang kencan mereka
dari mulut Aska sendiri.Air mata Abel menetes secara perlahan,ia juga menahan
isak tangisnya.Abel tak ingin kebahagiaan
orang yang ia sayangi rusak hanya karena kesedihannya.Hari berganti hari
kesedihan merasuk ke hati Abel,hingga kesedihan tak bisa di bendung lagi.Abel
memutuskan untuk melupakan Aska karena tak ada gunanya memikirkan orang yang
sama sekali tidak memikirkanmu.
Selama
2th dia mencoba melupakan Aska namun tetap tak bisa.Kenangan tentang Aska
selalu menempel erat di otak dan hatinya.Hingga di bulan Mei Aska dan April
putus.Hati Abel senang tapi ia tak bisa memperlihatkannya pada Aska,perlahan
lahan Abel mulai dekat lagi dengan Aska.Abel selalu menghibur Aska ketika dia
sedang merasa sedih dan kesepian.Ketika hati Aska sudah sembuh akan luka di
masa lalu,Abel mulai menunjukan sinyal-sinyal bahwa dia menyukai Aska.Namun
Aska sama sekali tak menerima sinyal-sinyal yang telah di berikan Abel.Suatu
malam Aska kembali ikut balapan liar,Abel hanya bisa memberi saran kepada Aska
agar tidak ikut balapan tersebut.Karena sejujurnya hati Abel tak tenang seharian
ini,ia takut akan terjadi sesuatu terhadap Aska.Dan benar saja Aska mengalami
kecelakaan ,motor Aska terbalik di arena balap.Di perjalanan menuju rumah sakit
Aska menghembuskan nafas terakhirnya,Abel yang mendengar kabar tersebut
tersungkur sambil menangis tersedu-sedu.Ibunya yang melihat anaknya menangis
bingung dan meminta penjelasan kepada
anaknya.Abel menceritakan hal yang ia dengar dari ibu Aska dengan
terisak-isak,ibunya yang mendengar cerita anaknya kaget mencoba menghibur.
Dari cerita tersebut dapat di simpulkan bahwa " Kita tak perlu takut untuk mengungkapkan isi hati kita terhadap orang yang kita sayangi,sebelum orang yang kita sayangi meninggalkan kita untuk selamanya"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar